Kisah inspiratif seorang Guru
Kisah mengharukan ! seorang murid yang ketahuan mencuri handphone di kelas, namun sang guru tidak menyebutkan siapa pencurinya, berikut alasannya
Sekelompok anak muda menghadiri resepsi pernikahan. Salah seorang diantarnya melihat guru semasa SMA-nya. Murid itu menya;amai gurunya dengan penuh penghormatan,
seraya berkata “ masih ingat saya kan , Pak Guru ?”
gurunya menjawab “ wahh maat, tidak ingat tuh .”
murid itu pun bertanya keheranan, “ masa sih, pak guru tidak ingat saya ?”
“ saya kan…. Murid yang dulu mencuri handphone punya salah seorang teman di kelas ,”
“ ketika anak yang keilangan handphone itu menangis, pak guru menyuruh kita untuk berdiri semua, karena akan dilakukan penggeledahan saku murid semuanya .”
“ saat itu saya berpikir, bahwa saya akan dipermalukan dihadapan para murid dan para guru, dan akan menjadi tumpahan/bahan ejekan dan hinaan, mereka akan memberikan gelar kepada saya : “Pencuri” dan harga diri saya pasti akan hancur, selama hidup saya.”
“ Bapak menyuruh kami berdiri dan menghadap ke tembok dan menutup mata kami semua.”
“ Bapak menggeledah kantong kami, dan ketika tiba giliran saya, bapak ambil handphone itu dari kantong saya, dan Bapak melanjutkan penggeledahan sampai murid terakhir.”
“setelah selesai , Pak guru menyuruh kami membuka mata , dan kembali ke tempat duduk masing-masing.”
“saya takut bapak akan mempermalukan saya didepan murid lain yang semuanya teman-teman saya “
“Bapak tunjukan handphpne itu dan bapak berikan kepada pemiliknya, tanpa menyebutkan siapa yang mencurinya.”
“selama saya belajar di sekolah itu, Bapak tidak pernah berbicara sepatah kata pun tentang kasus jam tangan itu, dan tidak ada seorang pun guru maupun murid yang berbicara tentang pencurian handphone itu”
“Bapak masih ingat saya kan pak ?”
“Bagaimana mungkin bapak tidak mengingat saya ?
Bapak guru itu pun menjawab,
“Sungguh aku tidak mengingatmu, karena pada saat menggeledah , aku dengan sengaja menutup mataku, agar aku tidak mengenalmu.dan tidak mengetahui siapa pencurinya”
“ Karena aku tidak mau merasa kecewa atas perbuatan salah satu muridku, aku sangat mencintai semua murid-muridku….”
Sekelompok anak muda menghadiri resepsi pernikahan. Salah seorang diantarnya melihat guru semasa SMA-nya. Murid itu menya;amai gurunya dengan penuh penghormatan,
seraya berkata “ masih ingat saya kan , Pak Guru ?”
gurunya menjawab “ wahh maat, tidak ingat tuh .”
murid itu pun bertanya keheranan, “ masa sih, pak guru tidak ingat saya ?”
“ saya kan…. Murid yang dulu mencuri handphone punya salah seorang teman di kelas ,”
“ ketika anak yang keilangan handphone itu menangis, pak guru menyuruh kita untuk berdiri semua, karena akan dilakukan penggeledahan saku murid semuanya .”
“ saat itu saya berpikir, bahwa saya akan dipermalukan dihadapan para murid dan para guru, dan akan menjadi tumpahan/bahan ejekan dan hinaan, mereka akan memberikan gelar kepada saya : “Pencuri” dan harga diri saya pasti akan hancur, selama hidup saya.”
“ Bapak menyuruh kami berdiri dan menghadap ke tembok dan menutup mata kami semua.”
“ Bapak menggeledah kantong kami, dan ketika tiba giliran saya, bapak ambil handphone itu dari kantong saya, dan Bapak melanjutkan penggeledahan sampai murid terakhir.”
“setelah selesai , Pak guru menyuruh kami membuka mata , dan kembali ke tempat duduk masing-masing.”
“saya takut bapak akan mempermalukan saya didepan murid lain yang semuanya teman-teman saya “
“Bapak tunjukan handphpne itu dan bapak berikan kepada pemiliknya, tanpa menyebutkan siapa yang mencurinya.”
“selama saya belajar di sekolah itu, Bapak tidak pernah berbicara sepatah kata pun tentang kasus jam tangan itu, dan tidak ada seorang pun guru maupun murid yang berbicara tentang pencurian handphone itu”
“Bapak masih ingat saya kan pak ?”
“Bagaimana mungkin bapak tidak mengingat saya ?
Bapak guru itu pun menjawab,
“Sungguh aku tidak mengingatmu, karena pada saat menggeledah , aku dengan sengaja menutup mataku, agar aku tidak mengenalmu.dan tidak mengetahui siapa pencurinya”
“ Karena aku tidak mau merasa kecewa atas perbuatan salah satu muridku, aku sangat mencintai semua murid-muridku….”

bang ?? gimana kabar nya ?
ReplyDelete